berusaha dalam menjadi yang terbaik
Sabtu, 19 Mei 2012
Selasa, 15 Mei 2012
"TIDAK ADA MANUSIA YANG BODOH DIMUKA BUMI INI KECUALI MALAS".
Kesempurnaan manusia terletak pada dirinya sendiri, dimana manusia bisa maju dan mengerti dirinya sendiri apa bila bisa memotivasi kepribadiannya untuk berbuat baik. Berbuat baik dan berbuat baik itu harus ditanamkan pada diri sendiri untuk menghilangkan penyakit hati dan tidak kalah pentingnya selalu berpikir positif dalam memotivasi diri untuk selalu mandiri. Perilaku manusia pada dewasa ini lebih cenderung berhitung dengan pendapatan orang lain dari pada berhitung apa yang bisa diperbuat untuk selalu berbuat baik,apabila ada manusia yang bilang banyak faktor yang membuat orang menjadi bodoh maka sebenarnya mereka adalah termasuk orang yang bodoh,,
malas adalah intisari dari kebodohan , jadi janganlah kalian mencari alasan untuk membenarkan kemalasan tersebut karena mungkin saja anda sendiri lah yang bodoh dan pemalas,,tapi kalau "bodoh" dalam arti oang yang sudah dalam keadaan yang baik dan enak tetapi tidak dapat memaksimalkan potensi yang ada dalam dirinya sendiri,
bermalas-malasan memang enak dan sah-sah saja, tapi jangan sampai kebablasan.
Minggu, 13 Mei 2012
tidak ada orang yang bodoh,yang penting mau/tidak mau melakukannya untuk bisa pintar
Siapakah manusia terjenius yang pernah dimiliki dunia? Da Vinci? John Stuart Mills? Atau Albert Einstein seperti yang selama ini diperkirakan orang? Ketiganya memang dianggap jenus-jenius besar yang telah memberikan banyak pengaruh terhadap bidangnya masing-masing. Tapi gelar manusia terjenius yang pernah dimiliki dunia rasanya tetap layak diberikan kepada William James Sidis. Siapakah ia? Mengapa namanya tenggelam dan kurang dikenal walau angka IQnya mencapai kisaran 250–-300?..Keajaiban Sidis diawali ketika dia bisa makan sendiri dengan menggunakan sendok pada usia 8 bulan. Pada usia belum genap 2 tahun, Sidis sudah menjadikan New York Times sebagai teman sarapan paginya. Semenjak saat itu namanya menjadi langganan headline surat kabar : menulis beberapa buku sebelum berusia 8 tahun, diantaranya tentang anatomy dan astronomy. Pada usia 11 tahun Sidis diterima di Universitas Harvard sebagai murid termuda. Harvardpun kemudian terpesona dengan kejeniusannya ketika Sidis memberikan ceramah tentang Jasad Empat Dimensi di depan para professor matematika.Lebih dasyat lagi : Sidis mengerti 200 jenis bahasa di dunia dan bisa menerjamahkannya dengan amat cepat dan mudah. Ia bisa mempelajari sebuah bahasa secara keseluruhan dalam sehari !!!! Keberhasilan William Sidis adalah keberhasilan sang Ayah, Boris Sidis yang seorang Psikolog handal berdarah Yahudi. Boris sendiri juga seorang lulusan Harvard, murid psikolog ternama William James (Demikian ia kemudian memberi nama pada anaknya) Boris memang menjadikan anaknya sebagai contoh untuk sebuah model pendidikan baru sekaligus menyerang sistem pendidikan konvensional yang dituduhnya telah menjadi biang keladi kejahatan, kriminalitas dan penyakit. Siapa yang sangka William Sidis kemudian meninggal pada usia yang tergolong muda, 46 tahun - sebuah saat dimana semestinya seorang ilmuwan berada dalam masa produktifnya. Sidis meninggal dalam keadaan menganggur, terasing dan amat miskin. Ironis. Orang kemudian menilai bahwa kehidupan Sidis tidaklah bahagia. Popularitas dan kehebatannya pada bidang matematika membuatnya tersiksa. Beberapa tahun sebelum ia meninggal, Sidis memang sempat mengatakan kepada pers bahwa ia membenci matematika - sesuatu yang selama ini telah melambungkan namanya. Dalam kehidupan sosial, Sidis hanya sedikit memiliki teman. Bahkan ia juga sering diasingkan oleh rekan sekampus. Tidak juga pernah memiliki seorang pacar ataupun istri. Gelar sarjananya tidak pernah selesai, ditinggal begitu saja. Ia kemudian memutuskan hubungan dengan keluarganya, mengembara dalam kerahasiaan, bekerja dengan gaji seadanya, mengasingkan diri. Ia berlari jauh dari kejayaan masa kecilnya yang sebenarnya adalah proyeksi sang ayah. Ia menyadarinya bahwa hidupnya adalah hasil pemolaan orang lain. Namun, kesadaran memang sering datang terlambat.Mengharukan memang usaha Sidis. Ada keinginan kuat untuk lari dari pengaruh sang Ayah, untuk menjadi diri sendiri. Walau untuk itu Sidis tidak kuasa. Pers dan publik terlanjur menjadikan Sidis sebagai sebuah berita. Kemanapun Sidis bersembunyi, pers pasti bisa mencium. Sidis tidak bisa melepaskan pengaruh sang ayah begitu saja. Sudah terlanjur tertanam sebagai sebuah bom waktu, yang kemudian meledakkan dirinya sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)
+kecil+lucu.jpg)